Optimalisasi Rumah Magot untuk Reduksi Sampah Organik dan Peningkatan Produktivitas Berbasis Ekonomi Sirkular

Authors

  • Wiendy Puspita Sari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Manajemen Bisnis & Akuntansi, Universitas Ekuitas Indonesia, Bandung, Indonesia
  • Resanti Lestari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Manajemen Bisnis & Akuntansi, Universitas Ekuitas Indonesia, Bandung, Indonesia
  • Tri Widiastuty Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Manajemen Bisnis & Akuntansi, Universitas Ekuitas Indonesia, Bandung, Indonesia
  • Chasano Daffansyah Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Manajemen Bisnis & Akuntansi, Universitas Ekuitas Indonesia, Bandung, Indonesia
  • Nessa Deragia Saptiyanto Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Manajemen Bisnis & Akuntansi, Universitas Ekuitas Indonesia, Bandung, Indonesia
  • Alia Reinacaesar Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Manajemen Bisnis & Akuntansi, Universitas Ekuitas Indonesia, Bandung, Indonesia
  • Syafira Ardana Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Manajemen Bisnis & Akuntansi, Universitas Ekuitas Indonesia, Bandung, Indonesia
  • Stefanny Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Manajemen Bisnis & Akuntansi, Universitas Ekuitas Indonesia, Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52250/dbe.v10i1.1044

Keywords:

organic waste, BSF larvae, circular economy, biopond, urban farming, community empowerment

Abstract

Cigadung Subdistrict in Bandung City faces a serious household-waste problem, generating around 10 tons per day, of which more than 60% is organic. This community-engagement program aimed to strengthen residents’ capacity to manage organic waste using black soldier fly (BSF) larvae within a circular-economy approach while developing a community-based enterprise model. The program was implemented at Buruan SAE Barokah (RW 04) and Buruan SAE Bumi Lestari (RW 08) through the construction of biopond systems, integration with urban farming, and the delivery of technical and entrepreneurship training. Implementation followed four stages: socialization, biopond technology deployment, training, and periodic mentoring and evaluation. Training covered maggot cultivation, frass processing, business model development, basic financial recording, and marketing strategies. Results indicate improved skills and operational capacity among partner groups, reflected by an increase in maggot production from an average of 4 kg to 8–9 kg per week. The resulting frass was utilized as organic fertilizer to support household-scale urban farming, reinforcing a local value chain and resource circulation. Beyond environmental benefits from diverting organic waste, the program stimulated new economic opportunities through the Magotpreneur Cigadung community. Monitoring used field observations, focused group discussions, and weekly production logs, suggesting that the model is replicable for other neighborhoods and contributes to SDGs 1, 8, 11, and 12.

Keywords: organic waste, BSF larvae, circular economy, biopond, urban farming, community empowerment

 

Abstrak

Kelurahan Cigadung, Kota Bandung, menghadapi persoalan serius berupa timbulan sampah rumah tangga sekitar 10 ton per hari, dengan lebih dari 60% berupa sampah organik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas warga dalam mengelola sampah organik berbasis magot (Black Soldier Fly/BSF) melalui pendekatan ekonomi sirkular serta mengembangkan model usaha komunitas. Program dilaksanakan di Buruan SAE Barokah RW 04 dan Buruan SAE Bumi Lestari RW 08 dengan membangun sistem biopond, mengintegrasikannya dengan urban farming, dan menyelenggarakan pelatihan teknis serta kewirausahaan. Implementasi dilakukan dalam empat tahap: sosialisasi, penerapan teknologi biopond, pelatihan, serta pendampingan dan evaluasi berkala. Materi pelatihan mencakup budidaya magot, pengolahan frass, pengembangan model bisnis, pencatatan keuangan sederhana, dan strategi pemasaran. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan dan kapasitas kelompok mitra, yang tercermin dari kenaikan produksi magot dari rata-rata 4 kg menjadi 8–9 kg per minggu. Frass dimanfaatkan sebagai pupuk untuk memperkuat produksi pangan skala rumah tangga, sehingga membangun sirkulasi sumber daya di tingkat lokal. Selain manfaat lingkungan berupa pengurangan sampah organik, program mendorong peluang ekonomi baru melalui komunitas Magotpreneur Cigadung. Evaluasi dilakukan melalui observasi lapangan, diskusi kelompok terarah, dan pencatatan produksi mingguan untuk menilai kesiapan operasional, kedisiplinan pemilahan, serta peluang peningkatan pendapatan. Model ini bersifat replikatif karena memanfaatkan sumber daya lokal dan dapat diadopsi oleh RW lain sebagai strategi pengurangan sampah berbasis komunitas.

Kata kunci: sampah organik, magot BSF, ekonomi sirkular, biopond, urban farming, pemberdayaan masyarakat

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdirahman, R. Z., Aini, N., Ghofur, A., Wulandari, W. D., Lestari, F. K., & Putri, D. T. (2023). Studi Pemanfaatan Sampah Organik untuk Perkembangbiakan Maggot di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Desa Trosobo. Nusantara Community Empowerment Review, 1(1), 1–6. https://doi.org/10.55732/ncer.v1i1.755

Agustana, P. (2020). Pentingnya Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Strategi Dalam Pembangunan Sosial. Locus, 12(1), 60–69. https://doi.org/10.37637/locus.v12i1.288

Andi Danata AR, & Ayu Dian Pratiwi Permatahati. (2025). Urban Farming Within the Framework of Food Security and Sustainable Economy in Indonesia Cities. PROCEEDING AL GHAZALI International Conference, 2, 330–339. https://doi.org/10.52802/aicp.v1i1.1351

Asropi, A., Erfanti, M., & Timur, A. (2023a). Community Empowerment Effectiveness in Waste Management With Maggot Bsf Bioconversion in Tangerang City. Dia, 21(01), 25–37. https://doi.org/10.30996/dia.v21i01.7563

Asropi, A., Erfanti, M., & Timur, A. (2023b). Community Empowerment Effectiveness in Waste Management With Maggot Bsf Bioconversion in Tangerang City. Dia, 21(01), 25–37. https://doi.org/10.30996/dia.v21i01.7563

Bawono, I., Maulina, E., Rizal, M., & Purnomo, M. (2022). The Role of Knowledge Management Capability, Financial Literacy, and Problem-Solving Skills on Organizational Performance for SMEs. Frontiers in Psychology, 13(October), 1–3. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.930742

Dey, B. K., Verdegem, M. C. J., Nederlof, M. A. J., Masagounder, K., Mas-Muñoz, J., & Schrama, J. W. (2023). Effect of temperature on the energy utilization efficiencies of digested protein, fat, and carbohydrates in Nile tilapia (Oreochromis niloticus). Aquaculture, 576, 739876. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.aquaculture.2023.739876

Ekawati, J., Wijaya, K., Wijaya, K., Sofari, H., Rahmat, A., Muchamad, A. N., & Suparyogi, D. (2025). Perencanaan Ruang Terbuka Hijau Sebagai Area Pengembangan Urban Farming Dari Gerakan Ekonomi Mandiri (Gemi 0418) Cimahi. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, 12(1), 20–28. https://doi.org/10.32699/ppkm.v12i1.8786

Firmansyah, N. F. (2025). Urban Farming : Modern Food Preparedness in the Agrarian Region of Banten.

Fujianti, L. N., Munawir, M., Rachman, I., & Matsumoto, T. (2025). Analyzing community perspectives on BSF-Based organic waste treatment: Evidence from survey data and text mining in Bandung, Indonesia. Multidisciplinary Science Journal, 8(1), 2026116. https://doi.org/10.31893/multiscience.2026116

Hanim, W. (2024). Development Strategy of Urban Farming in Encouraging the Implementation of Circular Economy in Bandung City. Jurnal Akuntansi Bisnis Dan Ekonomi, 10(1), 93–101.

Harisandi, P., Hariroh, F. M. R., Hidayah, Z. Z., & Muhsoni, R. (2023). Peningkatan Minat Berwirausaha Siswa Dengan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Menjadi Magot BSF Kepada Siswa-Siswi MA Nihayatul Amal Serang-Bekasi. JIPM: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat, 1(2), 62–66. https://doi.org/10.55903/jipm.v1i2.51

Lorine Tantalu, Nonok Supartini, Edyson Indawan, & Kgs Ahmadi. (2022). Pemanfaatan Maggot Untuk Pengolahan Sampah Organik Di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia), 7(2), 171–178.

Nanda, W., Saputra, E., Barida, M., & Miksa, M. (2024). Community empowerment in the production of dry maggots in Dirgantara Village in Yogyakarya. 8(3), 136–143.

Puja, M., Rahmad, R. F., Prihandani, G., Fatimah, R., & Fitrilla, A. (2024). Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Budidaya Maggot untuk Pengelolaan Sampah Organik menjadi Alternatif Pakan Ternak dan Pupuk di Kelurahan Olak Kemang. 3(2), 66–74. https://doi.org/10.22437/jupema.v3i2.37099.66

Rahayu, D. R., Setiawan, Y., & Ibrahim. (2024). Socialization of the Alternative Bioconversion of Traditional Market and Household Organic Waste Using Magot Bsf and Ecoenzym Cultivation. Pengabdian Masyarakat, 8(Juli), 78–87.

Rahmana, A. (2009). Peranan Teknologi Informasi Dalam Peningkatan Daya Saing Usaha Kecil Menengah. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2009 (SMATI 2009), 2009(Snati), B11–B15.

Sumardiono, S., Amalia, R., Sumardiono, S., Amalia, R., & Butsaina, S. (2024). ASEAN Journal of Community Black Soldier Fly Larvae ( BSFL ) Bioconversion for Circular Economy : A Study in Polaman Village Black Soldier Fly Larvae ( BSFL ) Bioconversion for Circular Economy : A Study in Polaman Village. 8(2), 217–231.

Trenholm. (2020). Laporan Kemajuan. In Journal of Chemical Information and Modeling (Vol. 21, Issue 1, pp. 1–9).

Utama, N. A., Hidayat, T., & Aini, L. N. (2024). Creating Value from Maggot Cultivation with Slow-released Pellet Production. Proceeding International Conference of Community Service, 1(2), 546–552. https://doi.org/10.18196/iccs.v1i2.236

Waworuntu, A., & Lumba, E. (2018). View of PENGEMBANGAN APLIKASI POINT OF SALE BERBASIS WEB UNTUK USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM). Gambar 1, 55–60.

Widya Goca, I. G. P. A., Sumerta, I. K., Paramesthi Fajar, N. M. A., Yogiswara W, I. G. M., Wirata, I. G., & Diatmika, I. K. D. (2023). Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Yang Bernilai Ekonomis Dengan Mengembangkan Maggot Bsf Di Desa Peguyangan Kangin. RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 632–641. https://doi.org/10.46576/rjpkm.v4i1.2558

Wirda, F., Herri, Elfindri, Rivai, H. A., & Herizon. (2019). Competitive advantage: Mediation effect between entrepreneurial competency and business performance creative industries in West Sumatera-Indonesia. Academy of Entrepreneurship Journal, 25(1), 1–11.

Zahra, A., Herdiansyah, H., & Utomo, S. W. (2023). Model Pengelolaan Sampah Organik dengan Biokonversi Larva Black Soldier Fly Berbasis Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Ilmu Lingkungan, 21(1), 94–105. https://doi.org/10.14710/jil.21.1.94-105

Downloads

Published

2026-01-28

How to Cite

Wiendy Puspita Sari, Resanti Lestari, Tri Widiastuty, Chasano Daffansyah, Nessa Deragia Saptiyanto, Alia Reinacaesar, Syafira Ardana, & Stefanny. (2026). Optimalisasi Rumah Magot untuk Reduksi Sampah Organik dan Peningkatan Produktivitas Berbasis Ekonomi Sirkular. Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas, 10(1), 101–115. https://doi.org/10.52250/dbe.v10i1.1044