Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas https://ojs.ekuitas.ac.id/index.php/dharma-bhakti <div class="freebirdCommonAnalyticsTextResponse freebirdLightBackground"> <p>Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas is a journal that aims to serve as a medium for communication and scientific information resulting from community service and research with the theme of community empowerment. The scope of published articles includes participatory action research, asset-based community development, community-based research, service learning, and community development.</p> <p>This journal is managed by the Biro Publikasi Ilmiah at Universitas Ekuitas Indonesia and has been indexed by several indexing engines, such as <strong><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/9465">SINTA</a>, <a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/20905">GARUDA</a>, <a href="https://scholar.google.com/citations?hl=en&amp;user=JwH_1ooAAAAJ&amp;view_op=list_works&amp;sortby=pubdate">Google Scholar</a>, <a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&amp;and_facet_source_title=jour.1408107">Dimensions</a>,</strong> and several other indexers.</p> </div> <div class="freebirdCommonAnalyticsTextResponse freebirdLightBackground"><strong>Title:</strong> Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas<br /><strong>Publications:</strong> 2 times each year, March and September<br /><strong>P-ISSN:</strong> <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1468900431">2528-2190</a><br /><strong>E-ISSN:</strong> <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1578547485">2716-0149</a> <br /><strong>Publisher:</strong> Universitas Ekuitas Indonesia</div> en-US puteri.andika31@gmail.com (Puteri Andika Sari, S.AB., M.Si., CHCP) reka.tantia@ekuitas.ac.id (Reka Tantia Aktrisa) Wed, 01 Oct 2025 09:57:38 +0700 OJS 3.2.1.5 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan melalui Pemasaran Digital: Pelatihan Keterlibatan Masyarakat di Desa Cipeundeuy, Purwakarta https://ojs.ekuitas.ac.id/index.php/dharma-bhakti/article/view/1012 <p><em>This community engagement initiative aims to enhance digital marketing capabilities among rural micro-entrepreneurs in Cipeundeuy Village, Bojong Subdistrict, Purwakarta Regency. The village holds significant economic potential through its agricultural products and local crafts, yet limited digital literacy and conventional marketing approaches have hindered the competitiveness of its micro, small, and medium enterprises (MSMEs). This activity documents a participatory and educational training designed to build practical skills in digital marketing, product packaging, and e-marketplace utilization—specifically through the Shopee platform. The training employed a three-phase approach: conceptual training on digital marketing and branding, basic business planning using SWOT analysis and STP strategies, and hands-on sessions on account creation, visual product design, and content promotion using social media and marketplace tools. Findings indicate a significant increase in participants’ awareness of digital tools, confidence in online engagement, and initial application of marketing strategies tailored to rural business contexts. The intervention also fostered community collaboration, peer-learning dynamics, and a shift toward entrepreneurial self-reliance. Furthermore, this study highlights the critical role of higher education institutions in supporting Indonesia’s national digital literacy movement by bridging knowledge gaps between urban and rural economic actors. The training’s outcomes suggest that capacity-building efforts in digital literacy can act as a catalyst for inclusive economic transformation and sustainable rural development. Future programs should integrate continuous mentoring and digital ecosystem support to ensure long-term impact. This project demonstrates a replicable model for community empowerment through digital marketing training in other underdeveloped rural areas.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Community empowerment, digital literacy, digital marketing, marketplace training, rural entrepreneurship. </em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Inisiatif pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemasaran digital di kalangan pelaku usaha mikro di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Meskipun desa ini memiliki potensi ekonomi yang besar melalui produk pertanian dan kerajinan lokal, rendahnya literasi digital serta pendekatan pemasaran yang masih konvensional telah membatasi daya saing UMKM di wilayah tersebut. Kegiatan ini mendokumentasikan pelaksanaan lokakarya partisipatif dan edukatif yang dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis dalam pemasaran digital, pengemasan produk, serta pemanfaatan <em>e-marketplace </em>khususnya melalui <em>platform</em> Shopee. Lokakarya dilaksanakan melalui tiga tahap: pelatihan konseptual tentang pemasaran digital dan <em>branding</em>, perencanaan bisnis dasar menggunakan analisis SWOT dan strategi STP, serta sesi praktik langsung pembuatan akun, desain visual produk, dan promosi konten melalui media sosial dan <em>marketplace</em>. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap alat digital, kepercayaan diri dalam interaksi daring, serta penerapan awal strategi pemasaran digital yang relevan dengan konteks bisnis pedesaan. Selain itu, intervensi ini berhasil mendorong kolaborasi komunitas, pembelajaran antarsesama, dan peningkatan kemandirian kewirausahaan. Kegiatan ini juga menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam menjembatani kesenjangan literasi digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan dalam kerangka Gerakan Nasional Literasi Digital. Temuan menunjukkan bahwa pembangunan kapasitas digital memiliki potensi sebagai katalis transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah perdesaan. Kegiatan ini menawarkan model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di daerah tertinggal lainnya melalui pelatihan pemasaran digital yang terstruktur dan aplikatif<em>.</em></p> <p><strong>Kata kunci: </strong>Literasi digital, pemberdayaan masyarakat, pemasaran digital, pelatihan <em>e-marketplace</em> umkm pedesaan.</p> Unang Toto Handiman, Yuliati Yuliati, Duki Adam, Willy Adi Cahya Copyright (c) 2025 Unang Toto Handiman, Yuliati Yuliati, Duki Adam, Willy Adi Cahya, Mahasiswa KPPM https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ojs.ekuitas.ac.id/index.php/dharma-bhakti/article/view/1012 Tue, 28 Oct 2025 00:00:00 +0700 Pelatihan Wirausaha Muda Berbasis Karakter: Upaya Mengatasi Pengangguran Melalui Pendekatan Ikigai https://ojs.ekuitas.ac.id/index.php/dharma-bhakti/article/view/1019 <p><em>Youth unemployment remains a pressing issue in Indonesia, largely due to limited formal job opportunities and the insufficient readiness of graduates to adapt to an increasingly dynamic labor market. This condition calls for an alternative solution through the promotion of entrepreneurship, not merely as a means of economic gain but as a pathway toward value, meaning, and sustainable living. This Community Service Program aimed to cultivate an entrepreneurial mindset rooted in self-reflection and life purpose awareness by strengthening participants’ critical thinking, self-confidence, responsibility, and understanding of the ikigai concept, which covers achieving balance among what one loves, is good at, what society needs, and what can provide income. The program was implemented through a participatory approach involving self-reflection, group discussions, simple business simulations, and interactive lectures. The results revealed strong enthusiasm and engagement from participants, along with improvements in logical reasoning, risk-taking ability, and task discipline. Moreover, the integration of ikigai helped participants discover business directions aligned with their passions and personal values, resulting in more meaningful and sustainable ventures. Overall, this program successfully fostered awareness that entrepreneurship is not merely a solution to unemployment but a way to create a productive, purposeful, and socially valuable life.</em></p> <p><em> </em><strong><em>Keywords</em></strong><em>: character development, entrepreneurial mindset, ikigai, unemployment, youth entrepreneurship.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tingkat pengangguran di kalangan generasi muda masih menjadi tantangan serius di Indonesia, khususnya akibat keterbatasan lapangan kerja formal dan ketidaksiapan lulusan menghadapi tuntutan dunia kerja yang dinamis. Kondisi ini menuntut adanya alternatif solusi melalui penguatan semangat kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga pada nilai, makna, dan keberlanjutan hidup. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan menumbuhkan pola pikir kewirausahaan (<em>entrepreneurial mindset</em>) yang berakar pada refleksi diri dan kesadaran makna hidup melalui penguatan kemampuan berpikir kritis, rasa percaya diri, tanggung jawab, serta pemahaman konsep ikigai, yakni keseimbangan antara apa yang dicintai, dikuasai, dibutuhkan masyarakat, dan dapat menjadi sumber penghidupan. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui refleksi diri, diskusi kelompok, simulasi bisnis sederhana, dan penyampaian materi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti seluruh rangkaian dengan antusias, menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berpikir logis, keberanian mengambil risiko, serta kedisiplinan dalam menyelesaikan tugas. Selain itu, penerapan <em>ikigai</em> membantu peserta menemukan arah usaha yang sesuai dengan passion dan nilai pribadi, sehingga wirausaha yang dijalankan menjadi lebih bermakna dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menumbuhkan kesadaran baru bahwa kewirausahaan bukan semata jalan keluar dari pengangguran, tetapi juga sarana mewujudkan kehidupan yang produktif, bernilai, dan berkontribusi bagi sesama.</p> <p>Kata kunci: pengembangan karakter, pola pikir kewirausahaan, <em>ikigai</em>, penganggugran, kewirausahaan muda.</p> Triyana Iskandarsyah, Ria Satyarini, Chris Petra Agung, Ignasia Tiffani, Meidila Anggita, Angela Teressia Copyright (c) 2025 Triyana Iskandarsyah, Ria Satyarini, Chris Petra Agung, Ignasia Tiffani, Meidila Anggita, Angela Teressia https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ojs.ekuitas.ac.id/index.php/dharma-bhakti/article/view/1019 Thu, 30 Oct 2025 00:00:00 +0700 Penyuluhan dan Pelatihan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS): Mengajarkan Anak TK Hidup Sehat dan Bersih Sejak Dini https://ojs.ekuitas.ac.id/index.php/dharma-bhakti/article/view/1011 <p><em>Counseling on clean and healthy living behavior among kindergarten children is highly urgent, considering that early childhood is a golden age in the formation of healthy living habits that will extend into adulthood. At this stage of development, children begin to absorb various information and form routines, so early healthy living behaviour education has the potential to create a sustainable healthy lifestyle. One important aspect clean and healthy living that is the main focus is the habit of washing hands properly according to the WHO six-step standard. This activity aims not only to provide direct education to kindergarten children, but also to raise awareness of teachers and parents as important figures in the process of mentoring and reinforcing healthy behaviors. The methods used in the educating are designed to be interactive and engaging for 30 children, including educational games, fun animated videos, and hands-on handwashing practice sessions under the supervision of health workers and educators. Post-activity evaluations showed that approximately 90% of children actively participated, and 80% of them were able to correctly state the six steps of handwashing. Furthermore, children demonstrated increased independence in handwashing, including using soap, rubbing palms, backs of hands, between fingers, and nails, and rinsing with clean water. This ability is a key indicator of the intervention's success. By collaboratively involving schools and families, this outreach program has proven effective in instilling a culture of clean living from an early age.<br /></em><strong><em>K</em></strong><strong><em>eyword</em></strong><strong><em>s</em></strong><strong><em>: clean and healthy habits, </em></strong><strong><em>early childhood, training</em></strong></p> <p><strong> </strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di kalangan anak Taman Kanak-kanak (TK) memiliki urgensi yang sangat tinggi, mengingat usia dini merupakan masa emas dalam pembentukan kebiasaan hidup sehat yang akan membentang hingga masa dewasa. Pada tahap perkembangan ini, anak mulai menyerap berbagai informasi dan membentuk rutinitas, sehingga edukasi PHBS yang diberikan secara dini berpotensi menciptakan pola hidup sehat yang berkelanjutan. Salah satu aspek penting dari PHBS yang menjadi fokus utama adalah kebiasaan mencuci tangan dengan benar menurut standar enam langkah WHO. Kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk memberikan edukasi langsung kepada anak-anak TK, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran guru dan orang tua sebagai figur penting dalam proses pendampingan dan penguatan perilaku sehat. Metode yang digunakan dalam penyuluhan dirancang secara interaktif dan menarik bagi 30 anak-anak TK dan orang tua, meliputi permainan edukatif, tayangan video animasi yang menyenangkan, serta sesi praktik langsung mencuci tangan di bawah pengawasan tenaga kesehatan dan pendidik. Evaluasi pasca-kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 90% anak aktif berpartisipasi, dan 80% di antaranya mampu menyebutkan keenam langkah mencuci tangan secara tepat. Lebih lanjut, anak-anak menunjukkan peningkatan kemandirian dalam melakukan cuci tangan, termasuk penggunaan sabun, menggosok telapak tangan, punggung tangan, sela jari, kuku, hingga membilas dengan air bersih. Kemandirian ini menjadi indikator keberhasilan utama dari intervensi. Dengan melibatkan sekolah dan keluarga secara kolaboratif, penyuluhan ini terbukti efektif dalam menanamkan budaya hidup bersih sejak dini.<br /><strong>Kata kunci:</strong> PHBS, anak usia dini, penyuluhan</p> Endrico Xavierees Tungka, David David, Suriyani Suriyani, Alfred Pakpahan, John Steward Castellano, Sisca Sisca Copyright (c) 2025 Endrico Xavierees Tungka, David, Suriyani, Alfred Pakpahan, John Steward Castellano, Sisca* https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ojs.ekuitas.ac.id/index.php/dharma-bhakti/article/view/1011 Thu, 11 Dec 2025 00:00:00 +0700 Membangun Komunitas Muslim Digital: Edukasi dan Aplikasi Digitalpreneur dan Pembelajaran Inovatif bagi Guru Madrasah desa Gunung Leutik https://ojs.ekuitas.ac.id/index.php/dharma-bhakti/article/view/1042 <p><em>Developing the competency of Madrasa teachers is crucial in facing the 21st-century education’s challenges, where the growth of Madrasas needs to be balanced with the quality of their educational services. Teacher performance in the field of teaching still does not meet standards. Inaccurate use of learning models is an obstacle to creating effective learning activities and achieving expected learning outcomes. On the other hand, most madrasa teachers still experience limited fixed income that is insufficient to meet daily living needs. The purpose of this community service project is to raise the proficiency of madrasa teachers in developing innovative learning methods while building digital entrepreneurial capacity (digital preneur). The activity was carried out in Desa Gunung Leutik, Ciparay, Bandung, with partners from the Diniyah Takmiliyah Communication Forum (FKDT), consisting of 30 teachers from 16 madrasas. The implementation method included training, mentoring, and direct practice/workshops on the use of appropriate applications and technology. The results of the activity demonstrated an increase in teacher competencies in applying cooperative learning, problem-based learning, and contextual teaching and learning models. In addition, participants will be able to utilize the Hadith Soft application as a source of teaching materials, develop Muslim entrepreneurial character, understand the basics of business management, and optimize digital media for product marketing. This program has implications for strengthening Madrasa teachers’ dual function as both educators and change agents in digital-based economic empowerment within Madrasa and community.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong> <em>community service</em>, <em>digital preneur</em>, <em>innovative learning, madrasa, teacher competencies</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p><strong> </strong></p> <p>Pengembangan kompetensi guru madrasah menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan pendidikan abad 21, dimana pertumbuhan madrasah perlu diimbangi dengan kualitas layanan pendidikannya. Kinerja guru dalam bidang pengajaran masih belum memenuhi standar. Ketidaktepatan dalam menggunakan model pembelajaran menjadi kendala dalam menciptakan kegiatan pembelajaran yang efektif dan capaian pembelajaran yang diharapkan. Di sisi lain, sebagian besar guru madrasah masih mengalami keterbatasan penghasilan tetap yang belum mencukupi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tujuan dari proyek pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemahiran guru madrasah dalam mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif sambil membangun kapasitas kewirausahaan digital (<em>digital preneur</em>). Kegiatan dilaksanakan di Desa Gunung Leutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung dengan mitra Forum Komunikasi <em>Diniyah Takmiliyah</em> (FKDT) yang terdiri atas 30 guru dari 16 madrasah. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan, pendampingan, serta praktik langsung/<em>workshop</em> penggunaan aplikasi dan teknologi tepat guna. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan guru dalam mengaplikasikan model pembelajaran <em>cooperative learning, problem-based learning, </em>dan<em> contextual teaching and learning</em>. Selain itu, peserta mampu memanfaatkan aplikasi Hadits <em>Soft</em> sebagai sumber materi ajar, mengembangkan karakter wirausaha muslim, memahami dasar-dasar manajemen usaha, serta mengoptimalkan media digital dalam pemasaran produk. Program ini berimplikasi pada penguatan dwifungsi guru Madrasah sebagai pendidik sekaligus agen perubahan dalam pemberdayaan ekonomi berbasis digital di lingkungan Madrasah dan masyarakat.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>pengabdian masyarakat, digitalpreneur, pembelajaran inovatif, madrasah, kompetensi guru</p> Allya Roosallyn Assyofa, Nadri Taja, Ulvah Nur’aeni Copyright (c) 2025 Allya Roosallyn Assyofa, Nadri Taja, Ulvah Nur’aeni https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ojs.ekuitas.ac.id/index.php/dharma-bhakti/article/view/1042 Thu, 11 Dec 2025 00:00:00 +0700 Greenhouse Hidroponik IoT: Penguatan Kelompok Tani Modern Desa Karangrejo Wujudkan Ketahanan Pangan Mendukung Asta Cita https://ojs.ekuitas.ac.id/index.php/dharma-bhakti/article/view/1053 <p><em>The main challenges faced by farmers, particularly in Indonesia, are low productivity due to conventional methods, limited digital literacy, and limited market access. Therefore, this community service program aimed to strengthen the capacity of the Modern Farmers Group in Karangrejo Village, Kandat District, Kediri Regency, through the implementation of an Internet of Things (IoT)-based hydroponic greenhouse as an effort to achieve food security and support the implementation of Asta Cita. This research method used the Participatory Action Research (PAR) approach, actively involving 33 community participants over a four-month duration. The stages included socialization, comprehensive training, technology application, direct mentoring, and evaluation. The technical evaluation results were highly positive. The IoT system, enabling automatic control of temperature, humidity, pH, and precise watering, led to a 40% increase in hydroponic crop productivity and 30% efficiency in water use. Economically, this success resulted in a 40% increase in farmers' average monthly income and a 50% increase in sales volume within eight months. Furthermore, digital-based marketing through websites and social media successfully expanded the market reach and strengthened the “Hidroponik Karangrejo” brand identity. Socially, there was a 78% increase in farmers' digital literacy, the formation of stronger group solidarity, and the creation of new, sustainable job opportunities in the village. This integration of IoT technology has proven effective in enhancing productivity, economic independence, and the sustainability of digital-based agriculture in the region.</em><em> </em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>community empowerment, digital agriculture, food security, hydroponics, internet of things.</em></p> <p><strong> </strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Permasalahan utama yang dihadapi petani khususnya di Indonesia adalah rendahnya produktivitas akibat metode konvensional, keterbatasan literasi digital, serta akses pasar yang sempit. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas Kelompok Tani Modern Desa Karangrejo, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri melalui penerapan greenhouse hidroponik berbasis <em>Internet of Things </em>(IoT) sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan dan mendukung pelaksanaan Asta Cita. Kegiatan ini menggunakan pendekatan <em>Participatory Action Research</em> (PAR) dengan melibatkan masyarakat secara aktif pada setiap tahapan, meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi dengan keseluruhan durasi kegiatan selama 8 bulan dan diikuti 33 peserta. Hasil evaluasi aspek teknis, penerapan sistem IoT yang memungkinkan pengaturan otomatis terhadap suhu, kelembapan, pH, serta penyiraman tanaman secara presisi menghasilkan peningkatan produktivitas tanaman hidroponik hingga 40% dan efisiensi penggunaan air mencapai 30%. Aspek ekonomi, keberhasilan teknis tersebut berdampak pada peningkatan pendapatan rata-rata petani sebesar 40% per bulan dan volume penjualan naik 50% dalam delapan bulan. Pemasaran berbasis digital melalui situs web dan media sosial turut memperluas jangkauan pasar dan memperkuat identitas merek “Hidroponik Karangrejo”. Aspek sosial, terjadi peningkatan literasi digital petani sebesar 78%, terbentuknya solidaritas kelompok tani yang lebih kuat, serta lahirnya peluang kerja baru di desa yang memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. Kegiatan ini memberikan dampak ekonomi dan sosial melalui terbentuknya solidaritas kelompok tani dan lahirnya peluang kerja baru di desa. Dengan demikian, integrasi teknologi IoT dalam sistem pertanian hidroponik terbukti efektif meningkatkan produktivitas, kemandirian ekonomi, serta keberlanjutan pertanian berbasis digital di pedesaan.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>pemberdayaan masyarakat, pertanian digital, ketahanan pangan, hidroponik, internet of things.</p> Isfauzi Hadi Nugroho, Mahendra Puji Permana Aji, Risa Helilintar, Beyonda Proudy Sujianto, Sabrina Aulia Firdaus Copyright (c) 2025 Isfauzi Hadi Nugroho, Mahendra Puji Permana Aji, Risa Helilintar, Beyonda Proudy Sujianto, Sabrina Aulia Firdaus https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ojs.ekuitas.ac.id/index.php/dharma-bhakti/article/view/1053 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0700 Peningkatan Daya Saing UMKM WMie Melalui Pemasaran Digital dan Penerapan Pencatatan Keuangan Sistematis dengan Aplikasi SIAPIK https://ojs.ekuitas.ac.id/index.php/dharma-bhakti/article/view/1010 <p><em>This community service program was carried out with the aim of enhancing the competitiveness of WMie MSMEs by strengthening digital marketing and structuring financial management, which had previously been unorganized. WMie MSMEs, operating in the culinary sector and located in a local area, faced several challenges, particularly in expanding market reach and managing finances as well as raw material inventory efficiently. The program was designed to provide solutions through the introduction of digital marketing strategies using social media and the implementation of the SIAPIK financial recording application. The methods applied included intensive digital marketing training, SIAPIK application implementation, and continuous assistance in inventory management and financial recording. The results of the program showed significant impacts, as WMie successfully increased market exposure through social media engagement, particularly with a 30% growth in Instagram followers and thousands of views on TikTok content. From the financial perspective, the implementation of the SIAPIK application resulted in more transparent, organized, and efficient financial records. Additionally, this system reduced raw material waste by up to 25%, thereby improving operational effectiveness. Overall, this community service activity brought positive changes by strengthening the competitiveness of WMie MSMEs in wider markets while opening opportunities for expansion through franchise collaboration. Thus, the use of digital technology has proven to make a major contribution in supporting efficiency, business sustainability, and MSME development in today’s competitive era.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>digital marketing, systematic financial recording, inventory management, SIAPIK</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM WMie melalui penguatan pemasaran digital dan penataan manajemen keuangan yang selama ini belum terstruktur. UMKM WMie, yang bergerak di bidang kuliner dan berlokasi di kawasan lokal, menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam memperluas jangkauan pasar serta mengelola keuangan dan persediaan bahan baku secara efisien. Program ini dirancang untuk memberikan solusi melalui pengenalan strategi pemasaran digital berbasis media sosial dan penerapan aplikasi pencatatan keuangan SIAPIK. Metode yang digunakan meliputi pelatihan intensif pemasaran digital, implementasi aplikasi SIAPIK, serta pendampingan berkelanjutan dalam manajemen stok dan pencatatan transaksi. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan dampak signifikan, di mana UMKM WMie berhasil meningkatkan eksposur pasar melalui peningkatan pengikut media sosial, khususnya Instagram yang naik sebesar 30%, serta capaian jumlah tayangan konten di TikTok yang mencapai ribuan. Dari sisi manajemen keuangan, penerapan aplikasi SIAPIK menghasilkan pencatatan yang lebih transparan, rapi, dan efisien. Selain itu, sistem ini juga mampu menekan pemborosan stok bahan baku hingga 25%, sehingga meningkatkan efektivitas operasional. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini membawa perubahan positif dengan memperkuat daya saing UMKM WMie di pasar yang lebih luas, sekaligus membuka peluang ekspansi melalui pola kerjasama waralaba. Dengan demikian, penggunaan teknologi digital terbukti memberikan kontribusi besar dalam mendukung efisiensi, keberlanjutan usaha, serta pengembangan UMKM di era persaingan modern.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>pemasaran digital, pencatatan keuangan sistematis, manajemen stok barang, SIAPIK</p> Erlynda Yuniarti Kasim, Cynthia Riyanti Martaba Copyright (c) 2025 Erlynda Yuniarti Kasim, Cynthia Riyanti Martaba https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ojs.ekuitas.ac.id/index.php/dharma-bhakti/article/view/1010 Wed, 21 Jan 2026 00:00:00 +0700 Transformasi Ekonomi Kreatif: Pelatihan Hijab Bouquet dan Perhitungan HPP sebagai Solusi Pemberdayaan Ibu-Ibu di Kalirejo, Lawang https://ojs.ekuitas.ac.id/index.php/dharma-bhakti/article/view/1055 <p><em>The welfare level in Kalirejo Lawang Village is still lacking because many women only work as farm laborers or factory workers, and most are just housewives. Even though this area actually has good business potential in the creative economy sector. One of the aspirations of Kalirejo Village is a strong push for the creative economy sector, which is currently considered weak and very lacking. The purpose of this activity is to provide training in creative economy products, hijab bouquets, as a solution to empower mothers in the Kalirejo area. To support business sustainability after acquiring hijab bouquet making skills, it is necessary to provide skills in calculating the cost of production. The methods used are lectures, practice, discussions, questions and answers, and evaluation. The stages carried out include initial exploration with partners, training, and evaluation to improve the level of participants' skills. All participants in this training were very enthusiastic and gave positive responses to this activity. Participants' responses included increasing knowledge about the creative economy, improving skills in new innovative products, providing business ideas, and increasing participants' motivation to become entrepreneurs. The result of this activity is that there is an increase in the skills of mothers in Kalirejo Village in making creative economic products, namely hijab bouquets, compared to before this training activity.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>cost of production, creative economy, hijab bouquet, kalirejo village, mothers</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tingkat kesejahteraan di Kelurahan Kalirejo Lawang masih kurang karena banyak ibu-ibu yang hanya bekerja sebagai buruh tani atau buruh pabrik dan sebagian besar hanya menjadi ibu rumah tangga, padahal daerah ini sebenarnya memiliki potensi usaha yang baik di bidang ekonomi kreatif. Salah satu keinginan dari pihak Kelurahan Kalirejo adalah dorongan yang kuat terhadap sektor ekonomi kreatif yang dianggap saat ini masih lemah dan sangat kurang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pelatihan produk ekonomi kreatif <em>hijab bouqet</em> sebagai solusi pemberdayaan ibu-ibu yang ada di wilayah Kalirejo. Untuk mendukung keberlangsungan usaha setelah mendapatkan keterampilan pembuatan <em>hijab bouqet</em>, perlu diberikan kemampuan dalam menghitung harga pokok produksi. Metode yang digunakan adalah ceramah, praktik, diskusi serta tanya jawab dan evaluasi. Tahapan yang dilakukan yaitu penjajakan awal dengan mitra, pelatihan, dan evaluasi terhadap peningkatan level keterampilan peserta. Seluruh peserta pada pelatihan ini sangat antusias dan memberikan respon positif dari kegiatan ini. Respon peserta diantaranya adalah mampu menambah pengetahuan tentang ekonomi kreatif, meningkatkan keterampilan atas produk inovasi baru, memberikan ide usaha dan meningkatkan motivasi para peserta untuk berwirausaha. Hasil dari berjalannya kegiatan ini yaitu terdapat peningkatan keterampilan ibu-ibu di Kelurahan Kalirejo dalam membuat produk ekonomi kreatif <em>hijab bouquet</em> dibandingkan dengan sebelum adanya kegiatan pelatihan ini.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>harga pokok produksi, ekonomi kreatif, <em>hijab bouqet</em>, kelurahan kalirejo, ibu-ibu</p> Dharmawan Iqbal Akbar, Fathimatus Zahro Fazda Oktavia, Siti Rachmah, Rita Darmayanti, Fathimatus Siti Amerieska Copyright (c) 2025 Dharmawan Iqbal Akbar, Fathimatus Zahro Fazda Oktavia, Siti Rachmah, Rita Darmayanti, Fathimatus Siti Amerieska https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://ojs.ekuitas.ac.id/index.php/dharma-bhakti/article/view/1055 Thu, 22 Jan 2026 00:00:00 +0700