Penguatan Kapasitas Pengelola Agrowisata melalui English for Service, Service Excellence, dan Green Tourism

Authors

  • Stanny Dhamayanty Program Studi S1 Pariwisata, Fakultas Ekonomi, Universitas Garut, Indonesia
  • Deden Firman Syuyaman Rukma Program Studi S1 Pariwisata, Fakultas Ekonomi, Universitas Garut, Indonesia
  • Nissa Agniya Resmisari Program Studi S1 Pariwisata, Fakultas Ekonomi, Universitas Garut, Indonesia
  • Ghaida Farisya Program Studi S1 Pariwisata, Fakultas Ekonomi, Universitas Garut, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52250/dbe.v11i1.1204

Keywords:

agrotourism, english for service, service excellence, green tourism, capacity building

Abstract

Tepas Papandayan Agrotourism in Garut Regency is supported by local human resources who interact directly with tourists. The initial assessment identified needs related to English communication, service consistency, and environmental management. This community service program was designed to address these needs through English for Service, Service Excellence, and Green Tourism. The activity was conducted on May 5, 2026, and involved 25 participants, including café managers, MSME actors, camping ground managers, baristas, servers, entrance ticket officers, and destination managers. The methods included needs assessment, training, role play, discussion, mentoring, and participatory evaluation. The initial conditions showed that most frontliners were not accustomed to active two-way communication in English, written service SOPs were unavailable, and waste-sorting facilities were limited. The directly observed achievements were participants' ability to practice simple English expressions for asking tourists' needs and explaining services and menu prices, identify service situations requiring standardization and complaint-handling procedures, and recognize common sources of waste at the destination, namely snack packaging, cigarette butts, and food packaging from MSME activities. The team also provided cleaning equipment and additional waste-sorting bins to strengthen the existing facilities. An evaluation questionnaire administered by the Community Service Unit of the Faculty of Economics to the Tepas Papandayan manager resulted in a Very Satisfied rating for the activity. These achievements represent direct results observed during the program and are not interpreted as measurable increases in competence because the activity did not use a pre-test or post-test. Follow-up activities are directed toward job-specific English training, the development of service SOPs, and strengthened waste management and environmentally friendly packaging.

Keywords: agrotourism, english for service, service excellence, green tourism, capacity building.

 

Abstrak

Agrowisata Tepas Papandayan di Kabupaten Garut didukung oleh sumber daya manusia lokal yang berinteraksi langsung dengan wisatawan. Hasil identifikasi awal menunjukkan masih adanya kebutuhan pada komunikasi bahasa Inggris, konsistensi pelayanan, dan pengelolaan lingkungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui English for Service, Service Excellence, dan Green Tourism. Kegiatan dilaksanakan pada 5 Mei 2026 dan diikuti 25 peserta meliputi pengelola kafe, pelaku UMKM, pengelola camping ground, barista, pelayan, petugas tiket masuk, dan pengelola destinasi. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, pelatihan, role play, diskusi, pendampingan dan evaluasi partisipatif. Kondisi awal menunjukkan bahwa sebagian besar frontliner belum terbiasa berkomunikasi aktif dua arah dalam bahasa Inggris, pelayanan belum memiliki SOP tertulis, dan fasilitas pemilahan sampah masih terbatas. Capaian langsung yang teramati setelah sesi pelatihan adalah peserta mempraktikkan ungkapan bahasa Inggris sederhana untuk menanyakan kebutuhan wisatawan serta menjelaskan layanan dan harga menu, mengidentifikasi situasi pelayanan yang membutuhkan standardisasi dan prosedur penanganan keluhan, serta mengenali sumber sampah yang sering muncul di destinasi, yaitu kemasan makanan ringan, puntung rokok, dan kemasan makanan dari aktivitas UMKM. Tim juga memberikan alat kebersihan dan tambahan tong sampah pilah untuk memperkuat fasilitas yang sudah tersedia. Kuesioner evaluasi UPPM Fakultas Ekonomi kepada pengelola Tepas Papandayan menghasilkan penilaian Sangat Puas terhadap pelaksanaan kegiatan. Capaian tersebut merupakan hasil langsung yang dapat diamati selama program dan tidak ditafsirkan sebagai peningkatan kompetensi terukur karena kegiatan tidak menggunakan pre-test dan post-test. Tindak lanjut diarahkan pada pelatihan bahasa Inggris berbasis fungsi kerja, penyusunan SOP pelayanan, serta penguatan pengelolaan sampah dan kemasan yang lebih ramah lingkungan.

Kata kunci : agrowisata; english for service, service excellence, green tourism, penguatan kapasitas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdi, I. N., Suprapto, P. A., & Sarja, N. L. A. K. Y. (2021). Pengembangan desa wisata berbasis green tourism di Desa Wisata Bakas, Banjarangkan, Klungkung. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, 10(2), 101-105. https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v10i2.33239

Adara, R. A., Nuryadi, N., Priharrtini, S., Budiman, R., Puspahaty, N., & Ramadhan, M. F. (2023). Pelatihan English for Tourism untuk Kampung Adat Kranggan. JE (Journal of Empowerment), 4(2), 107-117. https://doi.org/10.35194/je.v4i2.3578

ANTARA. (2025, April 7). Kunjungan wisatawan ke Garut melebihi target saat libur Lebaran. ANTARA News Jawa Barat. https://jabar.antaranews.com/berita/595785/kunjungan-wisatawan-ke-garut-melebihi-target-saat-libur-lebaran

Cahyaningsih, C., Octaviany, V., Majidah, M., Suryani, E., & Hidayati, H. (2023). Pelatihan service excellence dan tata graha homestay menuju pengelolaan homestay berkelanjutan. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 7(6), 6425-6436. https://doi.org/10.31764/jmm.v7i6.19518

Damayanti, L. S., Pratama, I. W. A., & Wibawa, I. K. (2024). Navigating linguistic challenges: The use of Balinese terminologies by tourism actors in rural villages. Journey: Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management, 7(2), 107-120. https://doi.org/10.46837/journey.v7i2.221

Darmawan, R., Emrizal, Ngatemin, & Ritonga, A. K. (2025). Sosialisasi Sapta Pesona dan pelayanan prima di Desa Wisata Partungko Naginjang Kabupaten Samosir. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 10(10), 2239-2245. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v10i10.10463

Djuwendah, E., Karyani, T., Wulandari, E., & Pradono, P. (2023). Community-based agro-ecotourism sustainability in West Java, Indonesia. Sustainability, 15(13), 10432. https://doi.org/10.3390/su151310432

Indrastana, N. S., Rinda, R. K., Ismailia, T., Rahmanita, M., Apriliana, A. D., Zain, M. A. R., & Firdaus, K. F. A. (2025). Pelatihan pelayanan prima dan bahasa Inggris untuk kantor depan: Upaya mewujudkan layanan unggul di UPT Destinasi Wisata Terpadu Kabupaten Jember. J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 10(1), 62-70. https://doi.org/10.25047/j-dinamika.v10i1.5669

Laksana, I. P. Y., & Rahmanu, I. W. E. D. (2023). English language training and guiding for the community-based tourism group in Perean Village, Tabanan. Jurnal Abdi Masyarakat, 3(1), 36-46. https://doi.org/10.22334/jam.v3i1.39

Pemerintah Kabupaten Garut. (2026, April 6). Kunjungan wisatawan ke Garut melonjak 59,7 persen pada musim Lebaran 2026. https://www.garutkab.go.id/berita-skpd/kunjungan-wisatawan-ke-garut-melonjak-597-persen-pada-musim-lebaran-2026

Risfandini, A. (2024). Sustainable tourism implementation in Indonesia: Emphasizing green tourism, community-based tourism, and local empowerment. Barista: Jurnal Kajian Bahasa dan Pariwisata, 11(1), 58-67. https://doi.org/10.34013/barista.v11i01.1506

Santiana, S., Silvani, D., Syakira, S., Fatimah, A. S., & Jayuna, D. P. (2023). Pelatihan English for Tourism untuk mendukung desa wisata. Jurnal Abdimas ADPI Sosial dan Humaniora, 4(4). https://doi.org/10.47841/jsoshum.v4i4.326

Sinduwiatmo, K., Fikri, M. A., Sukmana, H., Wahabi, M. R., & Putri, S. A. (2023). Pelatihan service excellent dan peningkatan kualitas komunikasi pada masyarakat Desa Wisata Coban Binangun. RESONA: Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat, 7(2), 200-208. https://doi.org/10.35906/resona.v7i2.1529

Sulaiman, A. I., Chusmeru, Adi, T. N., & Runtiko, A. G. (2022). Community empowerment as socio-economic education of tourism villages based on local wisdom. Education Quarterly Reviews, 5(3), 54-67. https://doi.org/10.31014/aior.1993.05.03.524

Sumarmi, S., Deliana, Y., Dirpan, A., Sanjaya, E. H., & Kohar, U. H. A. (2025). Implementation strategies for green products and green packaging for tourism MSMEs to support the SDGs. Journal of Sustainability Research, 7(1), e250009. https://doi.org/10.20900/jsr20250009

Suprina, R., Rahayu, N., & Sembiring, V. A. (2023). Exploring English communication needs in a tourism village: What do the local communities say? Journal of Business on Hospitality and Tourism, 9(1), 74-80. https://doi.org/10.22334/jbhost.v9i1.432

Suryawan, I. W. K., Mulyana, R., Sianipar, I. M. J., Sari, M. M., Prayogo, W., & Tehupeiory, A. (2023). Evaluation of waste management for ecotourism development: A case study of Goa Rangko, Labuan Bajo, West Manggarai Regency, East Nusa Tenggara, Indonesia. Jurnal Presipitasi: Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan, 20(3), 791-800. https://doi.org/10.14710/presipitasi.v20i3.791-800

Taka, L. (2023). Peningkatan kapasitas pelayanan melalui hospitality training (excellent service) bagi pengelola destinasi wisata Wae Bobok. Eastasouth Journal of Effective Community Services, 1(3), 131-137. https://doi.org/10.58812/ejecs.v1i03.96

Thayyib, M., Masruddin, Zainuddin, S., Nur, M. I., Ermawati, & Idrus, A. Y. I. (2023). Pelatihan bahasa Inggris pariwisata bagi masyarakat Desa Rinding Allo. ASPIRASI: Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat, 1(2), 1-12. https://doi.org/10.61132/aspirasi.v1i2.187

Wahyuningtyas, D., Asih, R. A., Maeyangsari, D., Fairuzara, A. R. A. C., Heuvelman, F. Y., & Al-Ghaniy, R. M. (2022). English for tour guide program to improve English skills of tour guides in Trenggalek's tourist villages. Journal of Community Service and Empowerment, 3(3), 149-155. https://doi.org/10.22219/jcse.v3i3.22542

Widayati, A., Winanta, A., Widada, H., & Pratiwi, N. H. (2024). Initiating a sustainable community-based agritourism model of herbal garden in a rural area of Indonesia: Perspectives from community members. Cogent Social Sciences, 10(1), 2347049. https://doi.org/10.1080/23311886.2024.2347049

Zanah, S. W. S. (2025). Developing speaking competence for community-based tourism: A case study in Klaten Regency, Indonesia. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Studi Amerika, 31(2), 1-6. https://doi.org/10.20961/jbssa.v31i2.109639

Downloads

Published

20-10-2026

How to Cite

Dhamayanty, S., Firman Syuyaman Rukma, D., Agniya Resmisari, N., & Farisya, G. (2026). Penguatan Kapasitas Pengelola Agrowisata melalui English for Service, Service Excellence, dan Green Tourism. Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas, 11(1), 42–54. https://doi.org/10.52250/dbe.v11i1.1204

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 

You may also start an advanced similarity search for this article.